Manusia dan Kegelisahan
Manusia dan
Kegelisahan
A. Pengertian
Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah (bukan geli-geli basah lho, hehehe)
, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang,
tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan
seseorang tidak tenteram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak
tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Banyak yang menilai kegelisahan ada macam-macam diantaranya adalah
kegelisahan negatif dan positif yang di artikan sebagai berikut :
Kegelisahan Negatif yaitu
kegelisahan yang berlebih-lebihan, atau yang melewati batas, yaitu kegelisahan
yang berhenti pada titik merasakan kelemahan, di mana orang yang mengalaminya
sama sekali tidak bisa melakukan perubahan positif atau langkahlangkah konkret
untuk berubah atau mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu kegelisahan dalam
‘menanti-nanti’ sesuatu yang tidak jelas atau tidak ada. Tentu saja hal ini
merupakan ancaman bagi eksistensi manusia sebagai kesatuan yang integral.
Kegelisahan Positif yaitu
dasar kehidupan atau sebagai kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam
memecahkan banyak permasalahan, atau sebagai tanda peringatan, kehati-hatian
dan kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara
tiba-tiba dan tak terduga. Ia juga merupakan kekuatan dalam menghadapi
kondisi-kondisi baru dan dapat membantu dalam beradaptasi. Singkatnya, ia
merupakan faktor penting yang dibutuhkan manusia. Sedangkan “kegelisahan
negatif” jelas sangat membahayakan, seperti gula pada darah; ketika ketinggian
kadarnya membahayakan kesehatan manusia.
B. Macam Macam
Kecemasan yang Menimpa Manusia
a) Kecemasan obyektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah
suatu pengalaman perasaan
sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya
adalah sikap kcadaan dalam lingkungan seseorang
yang mengancam untuk
meneelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari
sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan
untuk menjadi takut kalau ia
berada dekat dengan benda-benda
tertentu atau keadaan tertentu
dari lingkungannya.
b) Kecemasan neorotis
(syarat)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut
Sigmund Freud, kecemasan
ini dibagi tiga macam, yakni :
Kecemasan yang timbul
karena penyesuaian diri dcngan
lingkungan. Kecemasan timbul
karena orang itu
takut akan bayangannya
scndiri, atau takut
akan id-nya sendiri, sehingga
menekan dan menguasai
ego. Kecemasan semacam
ini menjadi sifat dari
seseorang yang gelisah, yang
selalu mengira bahwa
seseuatu yang hebat akan
terjadi.
c) Kecemasan moril
Kecemasan moril disebabkan karena
pribadi seseorang.Tiap pribadi memiliki
bermacam-macam emosi antara lain:
iri, dendam, dengki, marah,
gelisah, cinta, rasa kurang.
Rasa iri, benci, dengki, dendam itu merupakan
sebagian dari pernyataan individu
secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat Oleh karena
itu sering alasan untuk iri, benci, dengki
itu kurang dapat dipahami
orang lain.
Sifat-sifat seperti itu adalah
sifat yang tidak terpuji, bahkan mengakibatkan
manusia akan merasa khawatir,
takut, cemas, gelisah
dan putus asa.
Misalnya seseorang yang merasa dirinya kurang cantik, maka
dalam pergaulannya ia terbatas kalau tidak tersisihkan, sementara itu ia pun tidak berprestasi dalam berbagai
kegiatan, sehingga kawan-kawannya lebih dinilai sebagai lawan.
Ketidakmampuannya menyamai kawan-kawannya demikian menimbulkan kecemasan
moril.
C. Sebab Sebab
Orang Gelisah
1.
Panik
Panik adalah sebuah perasaan dari
ketakutan dan kecemasan. Panik merupakan ketakutan dan kecemasan yang terjadi
secara mendadak dari sebuah peristiwa yang terjadi. Rasa panik dapat
menyebabkan seseorang menjadi gelisah. Dengan adanya rasa panik otomatis
timbulnya perasaan tidak tenang dan mengakibatkan seseorang menjadi gelisah.
2.
Kesulitan Ekonomi
Kesulitan ekonomi merupakan
kesulitan yang dialami ketika seseorang merasakan kondisi sulit dalam kehidupan
ekonomi.
Contohnya : Seperti hal nya tidak mempunyai uang atau
kelangkaan dalam suatu barang pemuas kebutuhan. Dengan adanya kesulitan
ekonomi, ada beberapa orang yang merasa terdesak dan gelisah untuk berfikir
bagaimana caranya agar bisa menyelesaikan kesulitan ekonomi tersebut.
3.
Persiapan yang tidak matang
Segala sesuatu kegiatan yang
dilakukan, harus dengan persiapan yang matang. Apabila kita akan melakukan
sesuatu tetapi belum ada persiapan yang matang, maka dapat terjadi kegelisahan.
Contohnya seperti dalam menghadapi ujian, tetapi belum
ada persiapan yang matang dalam menjalani ujian tersebut, maka kemungkinan
perasaan gelisah akan timbul.
D. Usaha Usaha
Mengatasi Kegelisahan
a) Mulai dari
diri kita sendiri, yaitu bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat
berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.
b) Memasrahkan
diri kepada Tuhan. Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepada-Nya. Kita harus
percaya bahwa Tuhan Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha
Pengampun.
E. Contoh Contoh
Mengatasi Kegelisahan
a) Relaksasi
b) Tidur dan
makan yang cukup serta olahraga yang teratur
c) Fukus pada
hal hal yang psitif
d) Luangkan
waktu bersama keluarga dan teman teman
F. Pengertian
Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing. dan kata itu adalah dari
kata dasar asing. Kata asing berarti
sendiri, tidak dikenal
orang. sehingga kata
terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan
dari yang lain, atau terpencil. Jadi kata
keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan
dari pergaulan,terpencil atau terpisah
dari yang lain.
Terasing atau keterasingan
adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau
lama orang pemah mengalami hidup
dalarn keterasingan, sudah tentu
dengan sebab dan
kadar yang berbeda satu
sarna lain.
Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu ialah perilakunya yang
tidak dapat diterima atau tidak dapat
dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit
menyesuaikan diri dalam masyarakat.
Perilaku yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan itu selalu menimbulkan keonaran dalam
masyarakat, sifatnya bertentangandengan atau menyentuh nilai-nilai kemanusiaan.
Hal itu
akan merugikan harta,
nama baik, martabat, harga diri
orang lain. Karena itu orang
yang berbuat itu dibenci oleh
masyarakat dan berada dalam keterasingan. Perbuatan itu misalnya mencuri, memperkosa, mengganggu
istri orang, menghina orang, sombong.
Keterasingan dalam hal ini sifatnya dapat dipaksakan oleh anggota
masyarakat, ataupun oleh institusi yang
diciptakan oleh masyarakat kepada si pelaku. Maksudnya supaya si pelaku ini tidak
merugikan orang lain lagi
atau membuat gelisah orang
lain. dan si pelaku dapat menjadi
sadar, sehingga dapat memperbaiki perilakunya yang bertentangan dengan nilai-nilai
kemasyarakatan itu. Kesadaran itu mungkin
dapat terjadi apabila
orang itu terasing
yang membuat ia gelisah.
Keterasingan yang dipaksakan oleh
manusia lain dalam masyarakat misalnya,
tidak simpati, tidak mau berurusan,
tidak mau mendekati, tidak mempedulikan,
memboikot, bahkan mengisolasi
dipelaku. Apabila dengan perilaku masyarakat ini masih tidak
mempan menyadarkan si pelaku itu, maka keterasingan itu dapat dipaksakan
oleh istitusi yang diciptakan masyarakat
misalnya pengadilan.
Orang yang bersikap
angkuh, sombong. besar
kepala, tidak menghonnati
orang lain selalu akan tersisih dari pergaulan masyarakat,
karena perilaku semacam ini tidak disenangi dan dibenci
oleh masyarakat. Orang
lain akan merasa tersentuh nilai-nilai
kemanusiaannya apabila bergaul
dengan orang angkuh,
sombong dan tidak menghonnati orang
lain. Karena itu ia dibenci
orang lain. sehingga
membuat ia dalam keterasingan.
Dalam karya sastra Abdul Muis yang berjudul “Salah Asuhan”, Hanafi yang
berpendidikan Barat adalah tipe orang
yang sombong, angkuh, tak menghonnati orang
lain. Ia menganggap rendah
dan kolot masyarakat Minangkabau, sehingga
ia terasing karena dibenci, tak disukai oleh masyarakat sekitarnya.
Dikalangan teman-temannya sendiri
ia dibenci dan dijauhi karena
sifatnya yang
membeda-bedakan teman-temannya. Ini terbukti
ketika ia bersama istrinya
Corrie de Busye mengadakan pesta
makan malam di rumahnya di Jakarta,
dengan mengundang teman-temannya tetapi
yang diundang hanya
teman-teman tamatan sekolah di Negeri
Belanda Pembedaan seperti ini tak
disenangi oleh teman-temannya, sehingga
tak seorangpun yang hadir pada malam itu. Hanafi dan Corrie
istrinya dalam keterasingan. Kekurang yang ada pada diri seseorang dapat juga
membuat keterasingan. Dalam
hal ini bukan masyarakat
yang membuat orang
itu terasing. melainkan dirinya
sendiri karena ketidak mampuan
atau karen a membuat
kesalahan.
Ketidakmampuan atau
kesalahan ini berpengaruh pada
nama baik atau
harga diri atau
martabat orang yang
bersangkutan.Ketidakmampuan disini meliputi kekurangan ilmu pengetahuan yang dimiliki ataupun
ketidakmampuan fisiko Kurang ilmu pengetahuan ini disebabkan taraf
pendidikannya yang belurn sampai pada
taraf tertentu yang dihadapinya sekarang. Dengan demikian orang yang bersangkutan tidak
japat menyesuaikan diri
dengan masyarakat ilmiah
yang dihadapinya Karena itu ia merasa
gelisah, terasing Kesalahan
yang dibuat seseorang juga
dapat membuat orang itu dalam
keterasingan, dan karena itu ia merasa
gelisah.
G. Ayat
Al-Qur’an Tentang Keterasingan
Dari Abu
Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَدَأَ الإِسْلاَمُ
غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula
dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing” (HR. Muslim no.
145).
Al Qadhi ‘Iyadh menyebutkan makna
hadits di atas sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi,
أَنَّ الإِسْلام بَدَأَ فِي آحَاد مِنْ النَّاس وَقِلَّة ، ثُمَّ
اِنْتَشَرَ وَظَهَرَ ، ثُمَّ سَيَلْحَقُهُ النَّقْص وَالإِخْلال ، حَتَّى لا يَبْقَى
إِلا فِي آحَاد وَقِلَّة أَيْضًا كَمَا بَدَأَ
“Islam dimulai dari segelintir orang dari sedikitnya manusia.
Lalu Islam menyebar dan menampakkan kebesarannya. Kemudian keadaannya akan
surut. Sampai Islam berada di tengah keterasingan kembali, berada pada
segelintir orang dari sedikitnya manusia pula sebagaimana awalanya. ” (Syarh
Shahih Muslim, 2: 143)
H. Ayat
Al-Qur’an Tentang Kesepian
Al-Qur’an surat Ar-Ra’d ayat ke 28
yang artinya :
الَّذِينَ آمَنُواْ
وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“(yaitu)
orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.”
I. Pengertian
Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi
yang berarti sunyi atau lengang, sehingga
kata kesepian berarti merasa
sunyi atau lengang. tidak berteman. Setiap orang pemah mengalami
kesepian, karena kesepian bagian
hidup manusia, lama
rasa sepi itu bergantung
kepada mental orang dan
kasus penyebabnya.
J.
Macam
Macam Penyebab Terjadinya Kesepian
1) Penuaan
Depresi wajar terjadi pada usia tua
karena peran orang tua dalam masyarakat juga berubah. Dalam tatanan masyarakat
tradisional, orang tua memegang kunci utama sebagai pemangku adat dan pengayom
masyarakat namun pada masyarakat industri seperti sekarang ini, fungsinya
kurang dihargai.
Karena pergeseran sosiologis itu,
orang tua pun berisiko mengalami perasaan terpinggirkan dari keluarga dan
lingkungan, apalagi jika orang tua-orang tua tersebut berakhir di panti jompo.
2) Kematian
dan Perceraian
Saat menulis tentang epidemi
kesendirian, salah satu kolumnis nasional di AS berbicara tentang '3D': death,
divorce and delayed marriage atau kematian, perceraian dan pernikahan yang
tertunda.
Tidaklah sulit untuk melihat
mengapa kematian pasangan akan memicu perasaan kesepian. Kedua, meski
perceraian dapat diatasi dengan misalnya, mengikuti kencan online, namun itu
bukan berarti perasaan kesepiannya akan berkurang.
3) Media Sosial
Ketika orang lebih terhubung dengan
orang lain sebagai masyarakat digital, orang justru tenggelam dalam hubungan
social yang nyata. Interaksi 'aktif' di Facebook seperti mengomentari update
status seseorang atau mengirimkan pesan pribadi membuat orang seakan tak
kesepian.
Namun karena apa yang Anda lakukan
terkesan pasif, hal itu justru akan membuat Anda merasa lebih kesepian.
4) Pulang
Pergi Kerja Sendirian
Hal ini merupakan faktor yang tak
pernah dipertimbangkan namun masuk akal. Menurut Robert Putnam, ilmuwan politik
terkemuka dari Harvard dan penulis buku Bowling Alone, perjalanan pulang pergi
kerja yang panjang adalah salah satu prediksi terkuat dari adanya isolasi
sosial, apalagi jika kita melakukannya sendirian.
5) Genetika
Ada juga komponen genetik yang
menyebabkan perasaan kesepian. Sebuah survei tentang kesepian diantara anak
kembar menunjukkan adanya variabilitas yang jauh lebih sedikit akibat kesepian
diantara kembar identik daripada saudara yang bukan kembar.
K. Contoh
Contoh Orang yang sedang Kesepian
1) Kesulitan
berada disituasi social
2) Saat
bersama orang banyak juga merasa kesepian
3) Aktif di
media social
Sebuah studi dari Universitas
Michigan menemukan bahwa kita akan makin aktif di media sosial saat merasa
kesepian. Meski media sosial tidak menyebabkan kita kesepian, melihat kehidupan
orang lain di linimasa kita terkadang justru menyebabkan rasa tidak bahagia.
L. Pengertian
Ketidakpastian
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu,
tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa
arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidak
pastian artinya keadaan yang
tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa
arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas.
ltu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi.
Ketidakkonsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya
kacau.
Ketidakpastian tentang lulus
atau tidak dalam
ujian sarjana yang sudah lama
ditunggu-tunggu membuat orang gelisah.lulus atau tidak lulus ujian sarjana akan
menentukan status atau karir seseorang
dalam hidupnya.
Ketidakpastian ini akan
merugikan. karena status dari
karir itu terancam.Karena ketidakpastian itu status
yang telah ditetapkan oleh atasan menjadi hilang,
berhubung ada orang lain yang lebih dulu memenuhinya.
M.
Macam
Macam Penyebab Terjadinya KetidakPastian
1) Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran
atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak
menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita. Misalnya selalu
berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.
Contoh: Seorang pedagang yang maju pesat, pada suatu saat
terpikir olehnya ada kawannya yang ingin menjatuhkannya. Pikiran itu tidak
hilang, tetapi justru menjadi-jadi. Apalagi setelah ia merugi.
2) Phobia
lalah rasa ketakutan yang tak terkendali,tidak normal, kepada
sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.
3) Kompulasi
lalah adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan,
sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa
berkali-kali.
Contoh: a. Keinginan untuk mengambil barang (mencuri),
padahal barang itu tak bermanfaat baginya, dan andaikan ingin membeli, mampu
juga dia (kleptomania). b.Keinginan minum minuman keras. Orang itu bukan
pemabuk, tetapi bila dilanda pikiran atau perasaan kecewa keinginan minumnya
tak dapat dibendung.
4) Histeria
lalah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental,
kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu
menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain.
Contoh: Ketika Ibu Bakri sedang melayani anaknya makan,
datang orang-orang mengetuk pintu, mengucap salam. OIjawabnya dan keluarlah ia.
Di luar, kagetlah ia melihat orang banyak
mengusung jenazah yang ditutupi kain. Ibu itu langsung bertanya
siapa itu? .. itu kan
bukan Kang Bakri
!” semua orang yang
ditanya diam. Akhimya
dia berteriak histeris lalu pingsan
(film orang-orang laut.
5) Delusi
Menunjukkan
pikiran yang tidak
beres, karena berdasarkan
suatu keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat, tidak
ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman. Delusi ini ada tiga macam, yaitu
:
a. Delusi
persekusi : menganggap keadaan
sekitamya jelek. Seseorang
yang mengalami delusi persekusi
tidak mau mengenal tetangga
kiri kanan karena menganggap
jelek.
b. Delusi
keagungan : menganggap dirinya
orang penting dan
besar. Orang seperti
itu biasanya gila honnat Menganggap
orang-orang disekitamya sebagai
orang-orang tidak penting. Akhimya
semua orang menjauhi
juga.
c. Delusi melancholis
: merasa dirinya bersalah,
hina, dan berdosa.
Hal ini dapat mengakibatkan buyuten atau
dikenal dengan nama delirium trements, hilangnya kesadaran dan menyebabkan
otot-otot tak terkuasa lagi.
Contoh: Pak Joyo orang
kampung pada suatu hari dipanggil ke
pengadilan untuk diminta
kesaksiannya. Tetapi karena takutnya, ia gemetar, keringat dingin
mengucur, ditanya ini itu
tak bisa menjawab, mulutnya
gemetar. Akhimya jaksa
tak memperoleh kesaksian
apa-apa darinya.
6) Halusinasi.
Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera.
Dengan sugesti diri orang dapat
juga berhalusinasi. Halusinasi buatan, misalnya dapat dialami oleh orang
mabuk atau pemakai obat bius. Kadang-kadang
karena halusinai orang merasa mendapat
tekanan-tekanan terhadap
dorongan-dorongan dasarnya, sehingga
dengan timbulnya halusinasi dorongan-dorongan
itu menemukan sasarannya. Ini
nampak dalam perbuatan
perbuatan penderita.(
penderita itu dapat menyadari
perbuatan itu, tetapi tidak dapat
menahan rangsang khayalan
sendiri)
7) Keadaan
Emosi
Dalam keadaan tenentu seseorang
sangat berpengaruh oleh emosinya. lni
nampak pada keseluruhan
pribadinya: gangguan pada nafsu makan, pusing-pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi/lemah. Sikapnya dapat apatis atau terlalu gembira
dengan gerakan lari-larian, nyanyian,
ketawa atau berbicara. Sikap
ini dapat pula berupa kesedihan menekan, tidak bemafsu, tidak
bersemangat, gelisah, resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara, diam seribu
bahasa, tennenung, menyendiri.
Contoh: Dalam liburan, seperti biasa Samsulbahri pulang ke kampungnya,dan biasa pula setiap
pulangnya Samsul bennain ke rumah Nurbaya, bekas pacamya. Kedatangan Samsul di rumah Nurbaya ialah untuk mengulang
cintanya. Pada saat itu terketahuilah Samsulbahri oleh Datuk
Maringgih, suami Nurbaya.
Melihat itu Samsul bahkan menghamtam
si tua bangka itu. Siti Nurbaya
menjerit histeris. Jeritan itu
terdengar oleh ayah Nurbaya; ayah Nurbaya
keluar melihat kejadian
itu gemetar, jatuh
terus meninggal ( Siti Nurbaya, Marah Rusli ).
N. Usaha
Mengatasi Ketidakpastiaan
Orang yang tidak
dapat berpikir dengan
baik, atau kacau pikirannya ada
bermacam-macam penyebabnya.Untuk dapat
menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. Andai kata
penyebab sudah diketahui,
kemungkinan juga tidak
dapat sembuh. Bila hal itu
terjadi, maka jalan yang paling baik
bagi penderita ialah diajak atau pergi
sendiri ke psikolog.
Bila penyebabnya itu jelas,
misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan dengan orang
yang dirindukan. Phobia atau jenis
takut bisa dilatih dari sedikit,
sehingga tidak takut lagi. Orang takut ular, takut ulat yang berbulu,
dapat disembuhkan karena dibiasakan dengan benda-benda tersebut.
Orang yang bersikap sombong atau angkuh bila mengalami musibah, baru
berkurang kesombongannya, tetapi mungkin
tidak. Andai kata mereka
sadar, kesembuhan itu adalah karena pengalaman. Jadi yang menyembuhkan masyarakat sekitamya dan
dirinya sendiri.
O. Ayat
Al-Quran dalam Mengatasi Ketidakpastiaan
Berikut
ini pernyataan Al-Quran tentang mengatasi ketidakpastian atau keragun dalam
contoh keraguan terhadap kitab suci Al-Quran yaitu : Al-Baqarah (2) : 23
وَإِن
كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُواْ بِسُورَةٍ مِّن
مِّثْلِهِ وَادْعُواْ شُهَدَاءكُم مِّن دُونِ اللّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
” Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan
tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu
surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain
Allah, jika kamu orang-orang yang benar”
munirah
BalasHapus